SATHIO GROUP Australian Open 2025 di Sydney menjadi salah satu hari terbaik bagi bulutangkis Indonesia di musim BWF World Tour 2025. Pada babak semifinal yang digelar Sabtu, para wakil Indonesia tampil luar biasa: semua yang turun bertanding sukses meraih kemenangan, dua pasangan mengamankan tiket ke HSBC BWF World Tour Finals 2025 di Hangzhou, dan Indonesia dipastikan tampil di empat dari lima final yang akan dimainkan keesokan harinya.
Momen terbesar datang dari sektor ganda campuran. Pasangan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu memastikan diri tampil di BWF World Tour Finals untuk pertama kalinya sepanjang karier mereka. Menghadapi pasangan Thailand, Ruttanapak Oupthong/Jhenicha Sudjaipraparat, Jafar/Felisha harus berjuang selama 88 menit dalam laga tiga gim. Sempat tertinggal setelah kalah 19-21 di gim pertama, mereka bangkit dan membalas dengan 21-13, sebelum menutup gim penentuan 21-14. Kemenangan ini bukan hanya mengantar mereka ke final Australian Open 2025, tetapi juga mengunci satu tempat di turnamen puncak akhir musim di Hangzhou.
Felisha mengaku hampir kehabisan kata-kata untuk menggambarkan perasaannya. Rasa syukur, lega, dan bahagia bercampur jadi satu setelah mereka memastikan lolos ke HSBC BWF World Tour Finals. Bagi pasangan yang masih relatif baru di level atas BWF World Tour, langkah ini adalah lompatan besar, sekaligus bukti bahwa ganda campuran Indonesia kembali memiliki pasangan yang bisa bersaing di jalur kualifikasi turnamen elite.
Dari sektor ganda putra, Indonesia juga mengirimkan wakil ke Hangzhou. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri datang ke Australian Open dengan skenario yang cukup jelas: mereka harus mencapai final untuk mengamankan tiket ke BWF World Tour Finals. Di semifinal, mereka berjumpa rekan senegara sendiri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, dalam duel all-Indonesian yang penuh strategi.
Fajar/Fikri memenangi gim pertama 21-15, namun Sabar/Reza mengubah pola permainan di gim kedua dan membalas 21-19. Gim ketiga berlangsung ketat, dengan Sabar/Reza sempat mengejar perolehan angka. Namun, pengalaman Fajar/Fikri berbicara di poin-poin krusial; komunikasi mereka di lapangan tetap terjaga, dan pada akhirnya mereka menutup laga dengan skor 21-16. Hasil ini memastikan tempat mereka di final Australian Open 2025 dan, yang lebih penting, mengunci tiket pertama mereka ke HSBC BWF World Tour Finals sebagai pasangan yang baru dipasangkan tahun ini.
Fajar menyebut bahwa pencapaian ini melampaui ekspektasi. Hanya dalam sekitar lima bulan dan delapan turnamen bersama, mereka sudah mampu menembus final dan lolos ke turnamen penutup musim. Kunci kemenangan mereka adalah bermain habis-habisan tanpa terlalu memikirkan tekanan kualifikasi, serta kemampuan membaca perubahan strategi lawan dan meresponsnya di gim ketiga.
Di sektor lain, Indonesia juga memiliki alasan untuk tersenyum lebar. Pasangan ganda putra muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin kembali mencuri perhatian. Peringkat 32 dunia itu menyingkirkan unggulan kedua asal Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, untuk mencapai final keempat mereka secara beruntun. Hasil ini memperkuat sinyal bahwa Indra/Joaquin semakin mapan sebagai salah satu kekuatan baru ganda putra Indonesia di BWF World Tour, setelah sebelumnya tampil impresif di beberapa turnamen seperti Korea Masters dan Australian Open.
Sementara itu, di tunggal putri, An Se Young hanya tinggal selangkah lagi dari pencapaian musim terbaiknya. Peringkat satu dunia asal Korea Selatan itu menang telak atas Ratchanok Intanon 21-9, 21-6, dan kini berpeluang meraih gelar ke-10 musim ini. Jika berhasil, ia akan mendekati rekor legendaris Kento Momota yang mencatat 11 gelar dalam satu musim BWF World Tour. Di final, An akan menghadapi Putri Kusuma Wardani, yang berhasil lolos setelah menang dalam laga ketat selama 71 menit melawan Michelle Li. Bagi Putri, ini adalah final kedua di musim 2025 dan menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini.
Di tunggal putra, Lakshya Sen juga menorehkan cerita penting. Pemain India itu mencapai final keduanya di musim 2025 setelah menang dramatis atas Chou Tien Chen. Lakshya sempat menyelamatkan tiga match point di gim kedua sebelum membalikkan keadaan dan mengamankan tiket ke final. Sementara itu, Lin Chun-Yi dari Chinese Taipei gagal memanfaatkan kesempatan untuk lolos ke BWF World Tour Finals. Ia membutuhkan gelar Australian Open untuk mengamankan tiket ke Hangzhou, tetapi harus tersisih di semifinal setelah kalah dua gim langsung dari Yushi Tanaka 21-18, 21-15, yang membuka jalan bagi Kodai Naraoka untuk mengunci tempat di turnamen akhir musim.
Secara keseluruhan, hari semifinal di Australian Open 2025 menunjukkan betapa pentingnya turnamen ini dalam peta jadwal BWF World Tour. Bagi Indonesia, ini adalah hari yang nyaris sempurna: tiket ke HSBC BWF World Tour Finals 2025, deretan final dengan wakil Merah Putih, dan sinyal kuat bahwa kekuatan bulutangkis Indonesia, baik di ganda putra maupun ganda campuran, siap bersaing di level tertinggi menuju musim 2026.


