Syed Modi India International 2025: Langkah Besar Jason Gunawan dan Sejarah Baru Neslihan Arin

Syed Modi India International 2025 di Lucknow kembali membuktikan bahwa turnamen level Super 300 pun bisa menghadirkan drama besar dan cerita bersejarah. Bagi Jason Gunawan dan Neslihan Arin, ajang yang masuk dalam rangkaian HSBC BWF World Tour ini menjadi titik balik penting dalam karier mereka, sekaligus menambah warna di persaingan tunggal putra dan putri jelang musim BWF 2026.

Di sektor tunggal putra, Jason Gunawan mencatat pencapaian terbesar dalam kariernya sejauh ini. Untuk pertama kalinya, ia tampil di final World Tour dan langsung keluar sebagai juara. Di laga puncak, pemain asal Hong Kong China itu menghadapi favorit tuan rumah, Srikanth Kidambi, yang didukung penuh publik India. Hasilnya, pertandingan berjalan seperti rollercoaster: Gunawan menang 21-16 di gim pertama, jatuh 8-21 di gim kedua, dan kemudian menutup laga dengan skor dramatis 22-20 di gim ketiga.

Bagi Gunawan, gelar di Syed Modi India International 2025 bukan sekadar trofi. Dengan status turnamen sebagai bagian dari HSBC BWF World Tour Super 300, kemenangan ini memberi dorongan besar bagi ranking BWF dan rasa percaya dirinya. Ia menyebut final pertamanya itu sebagai pengalaman yang penuh emosi, sulit diungkapkan dengan kata-kata, dan menjadi memori yang tak terlupakan dalam kariernya. Sebelumnya, momen terbaiknya adalah mencapai semifinal di Macau Open, namun kali ini ia berhasil melangkah satu tingkat lebih tinggi dengan menyelesaikan turnamen sebagai juara.

Gelar Jason Gunawan juga memecah paceklik gelar tunggal putra bagi Hong Kong China di BWF World Tour. Sebelumnya, gelar terakhir datang dari Ng Ka Long Angus di Macau Open. Kini, dengan munculnya Gunawan sebagai juara baru, bulutangkis Hong Kong China mendapat tambahan amunisi di sektor tunggal putra. Kemenangan di Lucknow bisa menjadi batu loncatan penting bagi Gunawan untuk menembus turnamen-turnamen level lebih tinggi dalam jadwal BWF mendatang, termasuk Super 500, Super 750, bahkan Super 1000 jika performanya konsisten.

Di tunggal putri, Syed Modi India International 2025 juga menghadirkan cerita bersejarah. Neslihan Arin, pemain berpengalaman asal Turki, mencatat pencapaian yang belum pernah diraih pemain Turki sebelumnya di era HSBC BWF World Tour. Ia menembus final setelah mengalahkan unggulan utama, Unnati Hooda, di semifinal. Kemenangannya datang dengan cara yang meyakinkan: 21-15, 21-10 dalam waktu kurang dari 40 menit. Dengan hasil ini, harapan pendukung tuan rumah India di sektor tunggal putri pun kandas, setelah sebelumnya remaja Tanvi Sharma juga tumbang di tangan Hina Akechi.

Dalam konteks sejarah, langkah Neslihan Arin sangat istimewa. Sejak era World Tour diperkenalkan pada 2018, belum ada pemain Turki yang mampu mencapai final di level Super 300 atau di atasnya. bahkan di masa SuperSeries dan Grand Prix, bulutangkis Turki belum pernah menempatkan wakilnya sedekat ini dengan gelar. Kini, Arin menjadi pemain pertama yang membawa bendera Turki ke partai puncak, membuka babak baru bagi bulutangkis negaranya di kancah internasional.

Di final, Arin akan berhadapan dengan Hina Akechi, pemain muda Jepang yang tengah naik daun. Bagi Akechi, ini adalah final Super 300 keduanya, setelah sebelumnya menjadi runner-up di Orleans Masters, kalah dari kompatriotnya, Tomoka Miyazaki. Pertemuan Arin dan Akechi di Babu Banarasi Das Indoor Stadium akan menjadi duel menarik antara pengalaman dan energi muda, serta berpotensi mengubah peta persaingan di sektor tunggal putri jelang musim BWF 2026.

Syed Modi India International 2025 juga memberikan cerita menarik di nomor ganda campuran. Sapsiree Taerattanachai, mantan peringkat satu dunia, akhirnya kembali ke final setelah sekian lama tidak merasakan atmosfer partai puncak sejak berpisah dengan Dechapol Puavaranukroh. Berpasangan dengan Pakkapon Teeraratsakul, Sapsiree menang meyakinkan 21-10, 21-12 atas pasangan Indonesia Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata. Kemenangan ini membawa Sapsiree ke final melawan pasangan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya, yang akan menjadi laga penting pertamanya sejak terakhir kali tampil di final Thailand Open pada Mei 2024.

Dilihat dari keseluruhan hasil, Syed Modi India International 2025 memperlihatkan betapa pentingnya turnamen level Super 300 dalam kalender BWF. Di sinilah pemain muda seperti Jason Gunawan dan Unnati Hooda bisa mendapatkan kesempatan menembus babak-babak akhir, sementara pemain berpengalaman seperti Neslihan Arin dan Sapsiree Taerattanachai bisa menghidupkan kembali karier atau menambah catatan sejarah. Bagi penggemar, turnamen seperti ini layak diikuti karena sering menghadirkan kejutan, laga ketat, dan cerita-cerita yang berpengaruh pada ranking BWF serta persaingan menuju musim 2026.

Bagi pencinta bulutangkis di Indonesia dan Asia, Syed Modi India International 2025 menjadi pengingat bahwa bukan hanya level Super 1000 seperti Indonesia Open, Malaysia Open, atau China Open yang penting. Turnamen Super 300 seperti di Lucknow ini juga bisa menjadi panggung kelahiran juara baru, kejutan besar, dan langkah awal menuju puncak BWF World Tour.

Postingan Terkait